Modul Mata Kuliah Metode Riset Kuantitatif

Peran Teori dalam Penelitian Kuantitatif

Academic Year: Gasal 2022 Institution: Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya

Course Outline & Syllabus

Apa kontribusi penelitian Anda pada pengembangan ilmu? Ini pertanyaan mendasar yang bakal diajukan para penguji proposal, skripsi, tesis, dan disertasi, serta editor dan reviewer jurnal ilmiah. Jika Anda berhasil memberi jawaban yang meyakinkan, maka kemungkinan besar karya akan dinyatakan lulus dan layak dipublikasikan.

Pertanyaan berikutnya adalah apa itu ilmu, dan bagaimana ia bisa dikembangkan? Ilmu bisa dipandang sebagai pengetahuan tentang realitas. Ilmu psikologi adalah pengetahuan tentang realitas psikologis. Ia bisa menggambarkan dan menjelaskan terjadinya fenomena psikologis seperti perbedaan antar individu dalam perilaku di situasi yang sama (Dienes, 2008).

Pengetahuan ilmiah tentu memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari pengetahuan awam (Haack, 1993; Sagan, 2011). Misalnya, pengetahuan ilmiah teruji secara empiris dan memiliki koherensi. Pengetahuan ilmiah juga diterima oleh komunitas ilmuwan dan memiliki aplikasi yang luas alias bisa menjelaskan beragam kasus di konteks yang berbeda-beda (Kitcher, 1993). Untuk keperluan pembahasan kita sekarang, yang penting digarisbawahi adalah bahwa pengembangan ilmu merupakan upaya memperkaya pengetahuan tentang sebuah fenomena.

Nah, bagaimana cara merancang penelitian yang bisa berkontribusi pada pengembangan ilmu, alias memperkaya pengetahuan ilmiah tentang sebuah fenomena? Jawaban singkatnya adalah dengan melakukan tiga hal berikut:

a. mengulas “state of the art of the literature” atau “pengetahuan terkini yang ada di literatur”,

b. merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab oleh pengetahuan yang ada, dan

1 c. merancang metode (cara mendapatkan dan menganalisis data) yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Dengan demikian, penelitian yang baik selalu diawali dengan ulasan terhadap pustaka atau literatur ilmiah yang ada. Di sini kita perlu berhati-hati, karena kajian pustaka terkadang disalahpahami sebagai kegiatan merangkum temuan empiris dari penelitian-penelitian sebelumnya. Kajian pustaka yang seperti ini hanya akan menghasilkan kumpulan angka hasil uji statistik seperti koefisien korelasi atau regresi saja.

Padahal tujuan penelitian bukan untuk menghasilkan angka-angka hasil uji statistik, melainkan untuk memperdalam pengetahuan tentang sebuah fenomena. Kajian pustaka yang baik akan menghasilkan pemahaman tentang apa yang sudah dan apa yang belum – namun perlu – diketahui oleh komunitas ilmiah mengenai fenomena yang hendak diteliti.

Perhatikan bahwa apa yang sudah dan belum diketahui oleh komunitas ilmiah ini disampaikan dalam bahasa ilmiah, yaitu melalui konsep-konsep dan uraian teoretis tentang fenomena yang dikaji. Dengan demikian, mengembangkan ilmu sebenarnya adalah proses mengkritik, merevisi, memberkuat, dan memperkaya berbagai konsep dan teori yang sudah dipublikasikan sebelumnya tentang sebuah fenomena.

Peran Teori dalam Penelitian Kuantitatif

Course Resources

Silakan akses tautan repositori kuliah atau unduh berkas modul PDF resmi di bawah ini.

← Back to Course List

Other Course Modules

Tidak ada modul kuliah lain.